just 4 fun

7 04 2008

Susi dan Ratna sedang panik karena apartemen mereka yang berada di lantai 12 terbakar. Mereka lalu berlari menuju teras mereka untuk meminta tolong.
Susi: “TOLONG … TOLONG … TOLONG!!”.
Ratna: “Tolong kami … tolong kami …!!”.
Setelah mereka berteriak bergantian seperti itu dan merasa belum ada hasil, Ratna punya usul. “Mungkin kalau kita teriak bersama baru akan berhasil.” Kata Ratna kepada Susi.
Susi: “Wah itu ide bagus … mari kita coba.”
Lalu Susi mulai berteriak: “Bersama … bersama .

Agus pergi ke rumah pacarnya, Susi, untuk kali pertama. Susi pamit ke dapur untuk membuat minuman dan Agus dibiarkan sendiri di ruang tamu. Agus melihat sebuah guci antik di atas televisi. Dia mengambil guci itu dan mencoba melihat isinya. Ternyata ada banyak abu di dalamnya. Agus lantas membuang abu itu karena mengotori guci.
Saat Susi kembali dari dapur, Agus bertanya, “Ini guci antik ya?”
“Oh iya, di dalamnya ada abu Ayahku,” jawab Susi dengan tenang.
“Ya ampunnnnnn …. mati akuuuuu!,” teriak Agus histeris dengan wajah pucat pasi.
“Kenapa, Agus?,” tanya Susi ikut-ikutan panik.
“Aaaa … kuuuu sudah membuang Abu Ayahmu!”
“Ohhh … terima kasih ya, sayang!,” jawab Susi dengan tenang.
“Looohhhhh …. tidak apa-apa abu Ayahmu aku buang?”
“Ya, gak pa pa to …. Ayahku itu emang males buang abu rokoknya di asbak. Selalu saja dia buang ke dalam guci itu!”

Agus baru saja membeli sebuah mobil baru. Dia sangat menyukai mobilnya tersebut. Setiap dia mengendarai mobilnya itu, dia selalu merasa bahagia dan tidak peduli akan sekelilingnya.
Suatu hari dia sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah mall. Agus sangat menikmati saat-saat mengendarai mobil barunya itu. Sedang asyik-asyiknya mengemudi dia merasa ada yang tidak beres. Sepertinya ada yang ketinggalan di mall tadi. Dia lalu berhenti dan memeriksa semua belanjaannya. Tetapi tidak ada satu pun yang terlupa.
Setelah yakin bahwa tidak ada yang tertinggal, dia menjalankan mobilnya lagi. Beberapa saat kemudian dia berhenti lagi untuk memeriksa dompet dan ponselnya. Ternyata masih ada.
Akhirnya dia mantap bahwa itu hanya perasaannya saja. Dan dia pulang dengan hati tenang. Ketika ia sampai di rumah dia langsung disambut anaknya. Tidak lama kemudian anaknya dengan heran bertanya, “Papa, … Mama mana?”


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: